Author Archives: agusutomo

Wasiat Nabi Muhammad SAW


Wasiat Nabi Muhammad SAW pada Abu Dzar

Dalam sebuah kesempatan sahabat Abu Dzar a-Ghifffari r.a pernah bercakap-cakap dalam waktu yang cukup lama dengan Rasulullah S.a.w. Diantara isi percakapan tersebut adalah wasiat beliau kepadanya. Berikut petikannya ;
Aku berkata kepada Nabi S.a.w, “Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku.” Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah, karena ia adalah pokok segala urusan.” “Ya Rasulullah, tambahkanlah.” pintaku.
“Hendaklah engkau senantiasa membaca Al Qur`an dan berdzikir kepada Allah azza wa jalla, karena hal itu merupakan cahaya bagimu dibumi dan simpananmu dilangit.” “Ya Rasulullah, tambahkanlah.” kataku. “Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tawa itu akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah.” “Lagi ya Rasulullah.” “Hendaklah engkau pergi berjihad karena jihad adalah kependetaan ummatku.” “Lagi ya Rasulullah.” “Cintailah orang-orang miskin dan bergaullah dengan mereka.” “Tambahilah lagi.” “Katakanlah yang benar walaupun pahit akibatnya.” “Tambahlah lagi untukku.” “Hendaklah engkau sampaikan kepada manusia apa yang telah engkau ketahui dan mereka belum mendapatkan apa yang engkau sampaikan. Cukup sebagai kekurangan bagimu jika engkau tidak mengetahui apa yang telah diketahui manusia dan engkau membawa sesuatu yang telah mereka dapati (ketahui).”

Kemudian beliau memukulkan tangannya kedadaku seraya bersabda,”Wahai Abu Dzar, Tidaklah ada orang yang berakal sebagaimana orang yang mau bertadabbur (berfikir), tidak ada wara` sebagaimana orang yang menahan diri (dari meminta), tidaklah disebut menghitung diri sebagaimana orang yang baik akhlaqnya.”
Itulah beberapa wasiat emas yang disampaikan Rasulullah S.a.w kepada salah seorang sahabat terdekatnya. Semoga kita dapat meresapi dan mengamalkan wasiat beliau. Wallahu A`lam.

Ciri Ciri Kepribadian Positif


Ciri-ciri kepribadian positif

Tuhan, apa yang tidak Kau beri kepada yang telah Kau beri akal? Apa yang Kau beri pada orang yang kau beri akal? (Imam Ali Ibn Abi Thalib)

Ada sepuluh sifat utama yang menjadi ciri khas kepribadian positif. Sifat – sifat itu akan membantu kita mewujudkan cita-cita, serta memberi kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman jiwa.

1. Beriman, memohon bantuan, dan tawakal kepada Allah.
Kepribadian positif adalah kepribadian yang berimana kepada Allah, tawakal kepada-Nya, dan meminta pertolongan kepada-Nya disetiap waktu.
Allah berfirman,” Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka tawakallah kepada Allah, Sesuangguhnya Allah menyukai orang-orang yan g tawakal kepada kepada-Nya (Ali Imran: 159).
2. Nilai-Nilai Luhur
Pribadi yang sukes hidup dengan nilai-nilai luhur. Sebesar apapun pengaruh godaan, ia akan selalu menjauh dari perilaku negatif, seperti bohong, menggunjing, mengadu domba, memfitnah, merokok, serta segala yang membahayakan kesehatan dan menjauhkan dari Allah. Kepribadian yang sukses memiliki kepribadian yang jujur, amanah, menyukai kebaikan, murah hati, bergantung pada Allah, dan selalu meneladani akhlak Rasulullah saw, dan orang orang saleh.
3. Cara pandang yang jelas
Pribadi yang sukses tahu betul apa yang diinginkan dalam jangka pendek , menengah, dan panjang. Ia tahu alasan menginginkan sesuatu, kapan menginginkannya, dan bagaimana cara mendapatkannya dengan mengerahkan seluruh potensi serta kemungkinan yang ada. Ia selalu merencanakan aktivitasnya dengan fleksibel hingga berhasil mewujudkan apa yang ia inginkan.
4. Keyakinan dan proyeksi positif.
Pribadi yang positif tahu betul kekuatan hukum keyakinan dan prediksi. Ia menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang diyakini dan diproyeksikan mewujud sesuatu dengan keyakinan dan proyeksi itu. Keyakinan dan proyeksi ini terkait erat dengan iman kepada Allah dan dengan pengetahuan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang yang berbuat baik.
5. Selalu mencari jalan keluar dari berbagai masalah.
Pribadi yang sukses mengetahui hukum konsentrasi dan cara mengesampingkan hal-hal lain agar tetap focus pada sesuatu yang diinginkan. Karena ituia menyiapkan konsentrasi pada berbagai kemungkinan jalan keluar.Ia mengetahui bahwa segala masalah pasti ada penyelesaiannya secara spiritual. Ia hadapi segala sesuatu dengan santai kemudian dipahami secara positif. Ia terus berpikir seperti itu, apapun pandangan orang lain dan pengaruh yang ada, sampai ia benar-benar berhasil menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
6. Belajar dari masalah dan kesulitan.
Pribadi yang sukses tidak hanya focus pada pemecahan masalah, tapi bagaimana dapat mengambil pelajaran dari setiap masalah yang dihadapi. Pelajaran itu ia akan gunakan untuk merencanakan masa depan. Dengan demikian, ia mengolah masalah menjadi keahlian, ketrampilan dan pengalaman yang dapat diandalkan.
7. Tidak membiarkan masalah dan kesulitan mempengaruhi kehidupannya.
Ada 7 aspek kehidupan utama yaitu, spiritualitas, kesehatan, individual, keluarga, sosial, karier dan finansial.
Ketika pribadi positif menghadapi masalah keuangan atau karier, ia tidak akan rela membiarkan masalah tersebut mempengaruhi aspek kehidupan yang lain. Ia sikapii masalah dengan wajar dan tidak berlebihan. Karena itu, hidupnya menyenangkan dan selalu dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
8. Percaya diri, menyukai perubahan, dan berani menghadapi tantangan.
Pribadi yang sukses tahu betul bahwa perubahan tidak dapat dihindari. Karena tahu tujuan yang diinginkan, ia menyusun rencana berdasarkan segala kemungkinan, lalu direalisasikan dalam tindakan nyata. Ia juga selalu melakukan evaluasi dan memperbaiki; belajar dari kesalahan lalu melakukan sesuatu dengan kepercayaan pada Allah sepenuhnya.
9. Hidup dengan cita-cita, perjuangan dan kesabaran.
Pribadi yang sukses tahu betul bahwa tanpa cita-cita pasti hidup ini terasa sempit. Tanpa cita-cita seseorang akan hilang ditelan gelombang kesulitan, perasaan negatif , piikiran negatif, dan berbagai aneka penyakit kejiwaan atau fisik. Pribadi yang sukses tahu bahwa cita-cita adalah fondasi kemajuan. Tanpa cita-cita, segala sesuatu akan terhenti. Tanpa perbuatan dan perjuangan, kemajuan tidak akan pernah terjadi. Karena itu pribadi yang sukses selalu selalu berusaha keras dalam mengejar cita-cita dan menghadapi tantangan hidup. Ketiak ia berpikir tentang segala kemungkinan, ia bersabar menghadapi kesulitan yang terjadi. Karena, dasar kepribadian adalah cinta kepada Allah, tawakal pada-Nya, dan yakin bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang yang berbuat baik.
10. Pandai bergaul dan suka membantu orang lain.
Pribadi yang sukses suka bergaul dengan siapa saja dan ia dekat di hati siapa saja, Ia juga menyukai cara-cara positif, seperti menghormati orang lain hingga mudah diterima, dan tidak pernah berusaha menguasai orang lain. Ia mencintai orang lain dan suka membantu orang lain. Tangannya selalu terulur untuk membantu siapa saja, bantuan harta, waktu, atau pelajaran.
Kepribadian sukses tahu betul bahwa orang bisa mati, tapi pikirannnya akan tetap hidup dan membantu orang lain. Karena itu, ia tidak pelit untuk memberikan bantuan.

Sistem kerja akal bawah sadar
Apa pun yang Anda pikirkan pasti menyebar dan meluas.

Hukum Berpikir Paralel
Apa pun yang Anda pikirkan pasti menyebar luas sesuai dengan apa yang Anda pikirkan. Akal pun memberinya data-data yang sejenis dengan pikiran itu yang tersimpan dalam memori.

Hukum Konsentrasi
Apa pun yang menjadi pusat konsentrasi Anda. ia akan mempengaruhi sikap, perasaan dan perilaku Anda. Ia menyebabkan tiga hal: Ketidakpedulian, generalisasi, dan imajinasi.

Hukum Koresponden
Alam bathin adalah persepsi, pengertian, dan cara pandang seseorang terhadap segala sesuatu dan kehidupan. Alam bathin inilah yang menebabkan alam luar.

Hukum Pantulan
Dunia luar adalah pantulan dari dunia dalam.

Hukum proyeksi dan gravitasi
Segala sesuatu yang Anda pikirkan, Anda proyeksikan, dan berhubungan dengan perasaan anda akan menarik sesuatu yang sejenis dengannya.

Hukum Keyakinan
Apa pun yang Anda yakini sebagai kenyataan, ia akan menentukan sikap dan perilaku Anda, meski sejatinya ia bukan kenyataan.

Hukum Sebab Akibat
Jika Anda melakukan hal yang sama, maka hasilnya akan sama. Perubahan tidak akan terjadi sampai Anda mengubah penyebabnya.

Hukum Akumulasi
Apa pun yang Anda pikirkan dicatat oleh akal dan file khusus terbuka untuknya. Jika pikiran itu berkali-kali Anda lakukan maka data sejenis akan terakumulasi. Hal ini membuat Anda merasakan sesuatu yang sama kendati tidak Anda lakukan di dunia luar.

TUJUH PRINSIP BERPIKIR POSITIF


TUJUH PRINSIP BERPIKIR POSITIF
1. Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi.
Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda. (Dr. Ibrahim Elfiky)
Akal manusia hanya bisa focus pada satu informasi dalam satu waktu.

Jika Anda mengubah persepsi Anda tentang masalah, memikirkannya sebagai hadiah terindah dari Alloh, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda. Karena itu, jangan biarkan persepsi Anda tentang suatu masalah mempengaruhi Anda.

Sebab persepsi adalah program akal terdahulu yang bisa jadi keliru. Ubahlah persepsi Anda niscaya kehidupan Anda juga berubah. Permasalahan dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi belaka.

2. Masalah tidak akan membiarkan Anda dalam kondisi yang ada: ia akan membawa Anda pada kondisi yang lebih buruk atau yang lebih baik.
Apa yang terjadi pada Anda tidak penting, Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada Anda. (DR. Robert SCHULER)

Syekh Muhammad Mutawalli al-Syarawi menuturkan dalam buku Allah wa al-Nafs al-Basyariah, “ Anda tidak akan mampu menyelesaikan masalah dengan pikiran Anda yang sudah ada tentangnya. Sebab pikiran ini adalah penyebab lahirnya masalah itu. Untuk menyelesaikannya, Anda harus berpikir dengan cara yang lain.”

Setiap masalah yang datang kepada kita dalam hidup ini membuat kita keluar dari rasa tenang, damai dan nyaman. Masalah juga mempengaruhi pikiran, konsentrasi, kekuatan dan perasaan kita sampai kita dapat melepaskan diri darinya dengan cara-cara tertentu. Kita akan menemukan orang yang berkepribadian negatif akan kehilangan keseimbangan ketika menghadapi masalah hingga ia berpikir secara negative dan emosional. Perhatiannya akan difokuskan pada masalah dan dampaknya yang paling buruk. Dengan begitu perasaannya semakin negative dan mendorongnya berperilaku negative hingga masalah yang dihadapi semakin rumit. Baginya masalah membuat kondisinya menjadi lebih buruk.

Orang yang berkepribadian positif akan memusatkan perhatian pada upaya mencari solusi dengan cara cara yang rasional dan perasaan yang tenang. Maka ia mempelajari masalah yang ada dan memperbaiki sikapnya hingga dapat berperilaku positif. Baginya masalah justru mengantarkannya kepada kondisi yang lebih baik.
Mulai hari ini, jangan pernah lagi menyalahkan kondisi, orang lain, sesuatu atau kehidupan. Hal itu akan membuat Anda merasakan hal-hal negative dan menjauhkan Anda dari impian. Pusatkan perhatian Anda pada apa yang Anda inginkan. Coba dan coba lagi sambil tetap tawakal pada Allah. Suatu saat Anda pasti akan dibuat kaget dengan hasil positif yang Anda capai.

3. Jangan jadi masalah. Pisahkan dirimu dari masalah
Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia (Voltaire).
“ Apa pun yang Anda pikirkan tentang diri sendiri, Anda tetap lebih kuat dari yang Anda bayangkan.”
Masalah hanya romantika hidup yang dapat kita pelajari agar lebih bijaksana, lebih ahli, dan lebih berpengalaman.
Akal manusia lebih cepat daripada cahaya. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik.
Sebuah atsar menyebutkan bahwa ketika Allah menciptakan akal, Dia berfirman kepadanya, Datanglah” maka akal datang. Setelah itu Dia berfirman,” Pergilah,” maka akal pergi. Dan Allah berfirman,” Demi kemulian dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia darimu”.
Mata Anda memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman Anda memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap Anda memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantung Anda sangat mengagumkan. Meski tidak pernah Anda hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap harinya.
Jika energy Anda dialirkan ke satu Negara maka dapat menghasilkan listrik selama satu minggu. Bayangkan, Bro!

4. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakanlah masa depan.
Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi, hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan yang penuh harapan. (DR. Ibrahim Elfiky).

Banyak orang mengeluhkan masa lalu dan masa depan. Keduanya tidak ada saat ini. Masa lalu dan segala peristiwa yang ada didalamnya telah berlalu sebagai pengalaman
Anda dapat membersihkan masa lalu dengan selalu bertanya pada diri sendiri,” Pelajaran apa yang bisa aku petik dari masa lalu?”,” Andai waktu membawaku ke masa lalu, apa yang akan aku lakukan?” Tulislah ketrampilan yang Anda pelajari dari peristiwa pada masa lalu, lantas tulis juga sikapmu jika menghadapi kejadian serupa. Dengan demikian Anda membuat akal mampu mengidentifikasikan masa lalu sebagai pelajaran dan kekuatan, bukan kelemahan dan kegagalan.

Tentang masa kini, hadapilah dengan segenap makna positif. Hadapilah dengan cinta pada Allah. Jangan sampai hidup Anda dihantui perasaan negative masa lalu. Jangan terlena menunggu masa depan yang belum datang. Dengan demikian hidup Anda akan berjalan normal dan stabil. Selama Anda menjalani hidup ini dengan tulus pada Allah, Anda dapat menjadikan masa lalu sebagai kebahagiaan dan masa depan sebagai proyeksi yang indah.

5. Setiap masalah ada solusi spiritualnya.
Barang siapa bertakwa pada Allah niscaya Dia akan menyediakan jalan keluar untuknya. Dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga. (Al-Thalaq 2-3).
Segala cobaan hidup di dunia ini adalah anugerah Alloh untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian kita tahu dan menyadari bahwa selalu ada penyelesaian secara spiritual bagi setiap masalah.

6. Mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan, pikiran baru menciptakan kenyataan baru.
Jika orang ingin melakukan perubahan positif dalam hidupnya, pertama kali ia harus mengubah pikirannya. Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif. Sebab pikiran baru melahirkan kenyataan baru.

Karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, mulailah mengubah bagian dalam diri Anda. Allah berfirman, Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (al-Rad:11).

7. Ketika Allah menutup satu pintu, pasti Dia membuka pintu yang lain yang lebih baik.

Kadangkala Allah menutup pintu yang ada didepan kita, tapi Dia membuka pintu lain yang lebih baik. Namun, kebanyakan manusia menyia-nyiakan waktu, konsentrasi, dan tenaga untuk memandang pintu yang tertutup dari pada menyambut pintu impian yang terbuka di hadapannya. (DR. Ibrahim Elfiky)

Muamalah yang terpuji: Sabar, Syukur, Takut pada Allah, Berharap pada Allah, Ridha, Zuhud, Taqwa, Qanaah, Dermawan, Berbuat kebajikan, Berprasangka baik, Baik budi pekerti, Baik pergaulan, Jujur dan Ikhlas

Muamalah yang tercela: Takut miskin, menipu, dendam, dengki, mencari popularitas, sombong, riya, ujub, marah, keras dan kasar, congkak, angkuh, bangga dengan nikmat yang datang, bergelimang dengan hal yang tidak penting, sombong terhadap kebenaran

Bacalah dengan tenang dan renungi lah 2x, Anda akan mendapatkan energi positif setelah membacanya.
Baca juga yang di bawah ini energi Anda akan bertambah lagi:

Terapi Berfikir Positif


Terapi berpikir positif
Apa yang Anda alami hari ini adalah dampak dari pikiran Anda kemarin. Apa yang akan Anda alami esok hari adalah dampak dari pikiran Anda hari ini. Pikiran yang sedang Anda bayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda.

Anda berpikir bisa atau tidak bisa, dua-duanya akan benar. Bila Anda berpikir bisa, insya Allah Anda bisa. Tetapi bila Anda berpikir tidak bisa, insya Allah Anda tidak bisa.

Jika Anda mengubah cara berpikir Anda, kehidupan Anda pun ikut berubah. Jika pikiran Anda berubah ke arah positif maka kehidupan Anda menuju arah yang positif. Sekali Anda dapat merangkul sepenuhnya kekuatan pikiran Anda, kekuatan itu akan mengubah cara Anda menjalani kehidupan.

Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.

Semua orang mempunyai potensi kekuatan pikiran. Tapi tak semua tahu dan mampu mengaktifkannya untuk mendapatkan manfaat yang luar biasa.

Berpikir melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan dan prinsip.Pikiran bisa jadi penyebab penyakit kejiwaan dan fisik. Pikiran bahagia membuat kita bahagia, pikiran sengsara membuat kita sengsara. Pikiran takut membuat kita takut dan pikiran berani membuat kita berani.
Socrate berkata:” dengan pikiran , seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri.”

Semua bunga esok hari ada dalam benih hari ini. Semua hasil esok hari ada dalam pikiran hari ini (aristoteles)

Anda mungkin tidak dapat mengendalikan keadaan, tapi Anda dapat mengendalikan pikiran Anda, Pikiran positif menghasilkan perbuatan dan hasil yang positif.(DR. IBRAHIM ELFIKY)

Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan.Disebut sumber kekuatan karena ia membantu Anda memikirkan solusi sampai mendapatkannya. Dengan begitu anda bertambah mahir, percaya, dan kuat. Disebut sumber kebebasan karena dengannya Anda akan terbebas dari penderitaan dan kungkungan pikiran negative serta pengaruhnya pada fisik. (DR. IBRAHIM ELFIKY)

Hidup yang Anda jalani saat ini adalah pancaran pikiran , keputusan, dan pilihan Anda. Jika Anda rela menerima tantangan, berarti anda telah merintis perubahan , kemajuan dan perkembangan. ((DR. IBRAHIM ELFIKY).

Anda hari ini adalah hasil kepuusan Anda kemarin. Anda esok hari ditentukan oleh keputusan Anda hari ini. (DR. IBRAHIM ELFIKY)

Prinsip perkembangannya paling kuat terdapat dalam memilih. ((George Elliot).

Aku bertanggung jawab atas pikiranku maka aku harus bertanggung jawab atas semua perbuatanku. (DR. IBRAHIM ELFIKY)

Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda. (DR. IBRAHIM ELFIKY)

Apa yang terjadi pada Anda tidak penting. Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada Anda (Dr. Robert Schul;ar)

Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia (Voltaire)

Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi. Hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan penuh harapan. (DR. IBRAHIM ELFIKY).

Barang siapa bertaqwa pada Allah niscaya Dia akan menyediakan jalan keluar untuknya. Dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga (Al_Thalaq: 2-3).

Kadangkala Allah menutup pintu yang ada di depan kita, tapi Dia membuka pintu lain yang lebih baik. Namun, kebanyakan manusia menyia-nyiakan waktu, konsentrasi dan tenaga untuk memandangnya pintu yang tertutup daripada menyambut pintu impian yang terbuka di hadapannya. (DR. IBRAHIM ELFIKY).

Dalam kondisi normal, orang sangat mungkin untuk berpikir positif, Namun, kekuatan yang sebenarnya adalah kemampuan berpikir positif ketika menghadapai masalah dalam kehidupan. (DR. IBRAHIM ELFIKY)

Pemikir adalah pembuat pikiran. Pikiran menyebabkan seorang berpikir. Berpikir membuat konsentrasi . Konsentraasi melahirkan perasaan. Perasaan melahirkan perbuatan. Perbuataan menghasilkan sesuatu, dan hasil menentukan kenyataan hidup. Jika Anda benar-benar ingin membuat perubahan dalam hidup, ubahlah persepsi Anda. (DR. IBRAHIM ELFIKY)

Tiga tindakan yang menimbulkan efek negatif

Tentang tindakan yang dapat menimbulkan efek negatif menurut Dr. Ibrahim Elfiky lewat bukunya Terapi Berpikir Positif.

Dari 3 poin yang disampaikan, poin terakhir cukup membuat saya terkejut karena tidak menyangka dapat menimbulkan efek yang besar, ketiganya adalah :

1. Mencela, karena akan menghilangkan semangat untuk menghargai orang lain. Sesuatu yang dicela pastilah sesuatu yang dianggap buruk, dimana anggapan itu sangat gampang berubah, tergantung siapa, apa dan bagaimana. Sangat subyektif sekali.

2. Mengkritik, dapat menimbulkan rasa tidak berguna dan bisa memancing amarah. Karenanya tidak mudah melakukan kritik karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.

3. Membanding-bandingkan, menimbulkan rasa rendah diri, tidak puas, dengki, maupun sedih.

Tidak salah jika ketiganya disebut Dr, Elfiky sebagai tiga pembunuh utama karena efeknya mempengaruhi jiwa orang yang melakukannya ataupun orang yang lain.

Pikiran negatif menjadikan bahasa seseorang menjadi negatif dan yang terdengar hanya keluhan. Hal itu membuat orang orang yang berpikir positif tidak tertarik untuk berinteraksi dengannya. Sebab, orang-orang yang berpikir positif memiliki pola pikir berorientasi solusi, maju dan berkembang. Sementara orang-orang yang berpikir negatif hanya berkutat pada problem, menular pada orang lain.

Pikiran negatif membuat seseorang merasa senang pada orang yang mendukung pendapat negatifnya dan orang yang sejenis yang memiliki pikiran sejenis dengannya. Jadi pikiran negatif melahirkan persahabatan yang negatif. Persahabatan negatif memperkuat pikiran negatif. Dengan begitu orang tersebut hidup dalam rotasi negatif. Tak pelak permasalahan yang dihadapi semakin membesar dan hidupnya semakin tidak terarah.

Tiga kekuatan

Hidup yang Anda jalani saat ini adalah pancaran pkiran, keputusan dan pilihan Anda. Jika Anda rela menerima tantangan berarti Anda telah merintis perubahan, kemajuan dan perkembangan. (DR. Ibrahim Elfiky)

Tiga kekuatan ini adalah sumber keseimbangan dan berpikir positif dalam hidup. Jika salah satu tidak ada, seseorang akan mudah berpikir negatif. Tiga kekuatan ini terdiri dari keputusan, pilihan, dan tanggung jawab.

Tiga kekuatan ini tidak bisa dipisahkan, Jika dipisahkan maka akan terjadi ketidakseimbangan akan mengundang frustasi serta menjadi mangsa “ tiga pembunuh”. Dengan demikian, Anda akan mencela, mengkritik dan membanding-bandingkan. Konsentrasi dan pikiran Anda menjadi negatif dan akan melahirkan perasaan dan kenyataan hidup yang negatif.

Pada dasarnya, sebagian besar orang memilih pikiran, konsentrasi dan perilakunya. Setiap keputusan yang diambil adalah hasil pilihannya. Persoalannya terletak pada keberanian bertanggung jawab. Bisa jadi seseorang menyadari dirinya sengsara , tapi tidak tahu bahwa kesengsaraannya merupakan hasil pikiran dan pilihannya sendiri hingga ia tidak merasa harus bertanggung jawab. Itu sebabnya ia akan terseret melakukan “tiga pembunuh”. Ia akan mencela orang lain berdasarkan perasaannya, membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, dan menyalahkan nasibnya.

Pengetahuan adalah kekuatan . Pengetahuan Anda tentang apa yang terjadi di dalam diri akan membantu Anda untuk melakukan perubahan dan kemajuan di jalan yang benar. Anda tdak akan menjadi mangsa perasaan negatif yang menggangu perasaan jiwa dan raga.

Sepuluh wasiat berpikir positif.

1. Keinginan yang menggebu

Sesuatu yang ada dalam akalku, menguasai pikiranku, hidup dihatiku, dan mengalir bersama sel-sel darahku harus keluar menjadi nyata dalam kehidupan. (Louis Braille)

Apa yang paling Anda inginkan atau wujudkan dalam hidup ini? Jika Anda benar-benar ingin mewujudkannya, biarkan keinginan yang menggebu itu mengalir dalam darah Anda. Jangan pernah berhenti memikirkannya, buatlah rencana, lalu kerjakan. Bagaimanapun keadaan yang ada, jangan pernah meninggalkannya.

2. Keputusan yang kuat.

Keputusan yang kuat tidak membuka celah bagi keraguan. Ia memberikan kekuatan luar biasa pada seseorang untuk mewujudkan impian hidupnya. (DR. Ibrahim Elfiky)

Banyak orang mengambil keputusan tapi tidak melaksanakannya. Kalaupun dilaksanakan, hanya berlangsung sementara, kemudian kembali seperti semula.

Keputusan yang tegas, kuat dan tidak ragu-ragu meski menghadapi berbagai tantangan. karena jika kita bijaksana menghadapi tantangan maka ia akan berubah menjadi ketrampilan dan keahlian yang bisa kita dapatkan dalam perjalanan menuju puncak. Karena itu mulai hari ini, putuskan untuk menjadi yang paling baik dalam hidup. Jika orang lain dapat mewujudkan impiannya, Anda juga dapat seperti mereka, bahkan bisa lebih baik.

3. Bertanggung Jawab Penuh

Keberhasilan pada tingkat apa pun menuntut seseorang untuk bertanggung jawab penuh. Satu-satunya sikap yang menyatukan orang-orang sukses di dunia adalah kekuatan mereka dalam bertanggung jawab penuh. (Michael Court)

4. Persepsi yang sadar

Persepsi adalah awal perubahan dan perubahan adalah awal kemajuan. (Dr. Ibrahim Elfiky)

Sebuah penelitian tentang persepsi yang dilakukan Universitas George Town menyimpulkan bahwa lebih dari 90 % sikap kita dilakukan secara spontan tanpa dipikir panjang.

Pengetahuan Anda akan kemampuan Anda dan manfaatnya yang positif membuat hidup Anda jadi pengalaman indah yang menenteramkan. Karena itu, pahamilah apa yang Anda pikirkan. Ambilah keputusan untuk mengendalikan pikiran negatif dan mengubahnya menjadi berpihak pada Anda. Perubahan yang hakiki dimulai dari pikiran. Supaya itu terjadi, Anda harus menyadari dan memahami apa yang Anda pikirkan..

5. Menentukan Tujuan

Jika kita menyadari keberadaan kita dan tahu apa yang kita inginkan maka kita pasti tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana mendapatkannya. ( Abraham Lincoln).

Ada tujuh aspek penting dalam kehidupan normal sebagai berikut:

1. Aspek spritual meliputi cinta kepada Allah, toleransi sepenuhnya dan murah hati.

2. Apek kesehatan terdiri atas berpikir sehat, pola makan yang sehat dan berolah raga.

3. Aspek kepribadian terdiri atas percaya diri, pengembangan diri, penghargaan terhadap diri sendiri, dan citra diri.

4. Aspek keluarga terdiri atas hubungan dengan keluarga, suami istri, dan hubungan orang tua anak.

5. Aspek sosial mencakup hubungan dengan masyarakat dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

6. Aspek profesi terdiri atas tujuan bekerja, pekerjaan, prestasi dan perbaikan ketrampilan.

7. Aspek material terdiri atas pendapatan yang ada dan target keuangan yang akan dicapai.

Supaya Anda bahagia dan mendapatkan ketenangan, tujuan Anda dalam tujuh aspek kehidupan ini harus jelas. Tujuan adalah salah satu faktor penting dalam berpikir positif. Ia membuat Anda konsentrasi pada apa yang Anda inginkan, bukan pada yang dibenci. Tujuan menjadikan hidup Anda memiliki makna. Tanpa tujuan, orang akan merasakan hidupnya sia-sia.ku

6. Dukungan dari dalam.

Jika Anda tidak mengetahui kemampuan Anda, tidak menghargainya, dan tidak menerimannya sebagai kenyataan, bagaimana mungkin Anda mengharapkan penghargaan dari orang lain? (Dr. Ibrahim ELfiky).

Alloh menciptakan kita sebagai makhluk yang terbaik dan Allah telah menundukkan seluruh isi alam semesta ini untuk kita dan bahwa kita mempunyai mukjizat yang tak terbatas.

Anda bukan perilaku, keyakinan atau perasaan Anda. Anda adalah makhluk Alloh yang terbaik, apa pun pandangan orang lain terhadap Anda. Pandangan orang lain sejatinya tidak menggambarkan diri Anda, tapi menggambarkan diri mereka sendiri.

Menurut hukum korespondensi, dunia dalam adalah penyebab adanya dunia luar maka orang akan berbicara dengan tenang jika jiwanya tenang dan dia akan mudah membantu orang lain. Jika jiwannya lemah Dia akan berbicara sesuai pengetahuannya tentang dirinya sendiri. karena itu, jika seorang berkata, ” Anda gagal,” sesungguhnya ia bicara tentang dirinya sendiri. Jika tidak, ia tentu membantu Anda melakukan perubahan, bukan membuat Anda frustasi.

Dukungan dari dalam akan membantu Anda fokus pada kemampuan Anda dan membantu memperbaiki segala sesuatu yang ingin Anda perbaiki dalam diri Anda.

Dukungan dari dalam bekerja sebagai berikut:

1. Tulis paling tidak sepuluh kebaikan tentang Anda, Jangan katakan tidak tahu karena Anda pasti tahu kebaikan diri sendiri. Biarkan pena menulis, niscaya Anda akan terperangah melihat kelebihan Anda, Agar mudah dan sistematis, gunakan tujuh aspek yang menyenangkan> tulis kelebihan Anda disetiap aspek tersebut.

2. Bacalah daftar itu setiap hari dan hubungkan dengan perasaan Anda. Berikan rujukan pernyataan itu untuk Anda. Contoh: jika Anda menulis bahwa Anda orang suka bersedekah dengan ikhlas, pikirkan satu pengalaman yang menegaskan bahwa Anda benar-benar melakukan sedekah tersebut dengan ikhlas tanpa ingin mendapat pujian dari orang. Begitu pula dengan pernyataan-pernyataan yang lain:

Dengan demikian Anda memebri bukti pada akal yang memperkuat pernyataan Anda. selanjutnya ia akan membuka fikan file -file memory yang mendukung pernyataan Anda.

3. Sekarang pikirkan hal negatif yang ada pada diri Anda. Contoh: Aku takut masuk rumahku. Membacanya jangan dihubungkan dengan perasaan. cukup di baca saja. Anggap saja Anda melihat dari luar. Katakan pada diri sendiri,” Ini tidak benar karena Aku seorang pemberani. Aku berani kemana pun yang aku inginkan.” Setelah itu. Bacalah daftar hal-hal positif yang Anda tulis sebelumnya dengan penuh perasaan. Tariklah nafas dalam-dalam dan ucapkan: alhamdulillah.

4. Lihat kembali catatan hal negatif tentang Anda, pasti otak Anda tidak akan membenarkannya. Dukungan dari dalam benar-benar telah menghapusnya.

Menggunakan dukungan dari dalam bersama orang lain:

– Pikirkan seseorang pernah mengkritik Anda dan mengucapkan kata-kata yang membuat Anda frustasi.

– Lepaskan perasaan Anda dari ucapannya. Lihatlah dia seperti Anda menatap sesuatu dari jauh.

– Katakan pada diri sendiri,” Apa yang ia katakan tidak benar karena aku tidak gagal. Sekarang aku telah merumuskan tujuan dan akan berhasil mewujudkannya”.

– Baca dukungan atau keyakinan Anda dengan penuh perasaan

– Kembalilah pada penyataan orang tersebut dan pasti kekuatannya akan memudar. selanjutnya pernyataan itu digantikan oleh keyakinan Anda.

Dukungan dari dalam membantu Anda untuk fokus pada hakikat diri yang sebenarnya dan bagaimana Anda mengerahkan segenap kemampuan untuk menggapai cita-cita. Ini bukan berarti kita harus menyepelekan pendapat orang lain. Tidak! kita hanya perlu menilai, kemudian menciptakan perubahan yang sejalan dengan nilai, keyakinan, dan prinsip kita.

Mulai sekarang, gunakanlah dukungan dari dalam terhadap orang lain atau sesuatu, terutama pada pandangan Anda yang negatif terhadap diri sendiri.

7. Waktu yang positif

Duduk di tempat yang tenang di bawah cahaya sambil membaca dan mempelajari pikiran generasi masa lalu adalah kebahagiaan tanpa batas bagiku. (Koichi Kondo)

Akal manusia punya kekuatan untuk menambah persoalan menjadi rumit, tapi juga punya kekuatan untuk mengurangi persoalan hingga habis.

Wasiat tentang waktu yang positif ini disampaikan agarAnda menggunakan kekuatan akal untuk konsentrasi pada waktu yang Anda tentukan Sendiri.

Akal memiliki kekuatan luar biasa, tapi ia sangat sederhana. kita bisa membuat program baru dengan cara-cara yang sesuai dengan keinginan dan dapat membantu kita untuk berkembang lebih baik. Yang penting kita dapat menjadikan hidup ini sebagai pengalaman yang memberikan ketenangan bathin dan kedamaian.

8. Pengembangan Diri

Hadiah terkecil yang dapat diberikan oleh seseorang untuk diri sendiri adalah menjadi sebaik-baiknya (DR.Ibrahim Elfiky)

Dalam perusahaan pengembangan diri penting. Bisa jadi ada seorang karyawan yang telah mendapat ijazah dari perguruan tinggi terkemuka, tapi ia tidak mampu berinteraksi yang baik dengan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan ia tersingkir dari perusahaan.

9. Diam dan renungan harian

Kesengsaraan manusia terletak pada ketidakmampuan untuk diam. (PASCAL)

10. Perhatian individual dan kegiatan harian.

Hiburan memiliki kekuatan terapi luar biasa. Ia menjauhkan Anda dari tekanan hidup sehari-hari serta membawa Anda pada ketenangan dan kebahagian. (Dr. Ibrahim Elfiky).

Jangan Berpaling Saudaraku


Jangan Berpaling Saudaraku

Kawans, mari sejenak membayangkan euforia berupa kegembiraan para sahabat Radhiyallahu Anhum ketika sang Baginda Nabi Rasulullah SAW dengan wajah yang berseri memberitakan kabar gembira tentang diterimanya taubat Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’ah dan Hilal bin Umayah Al-Waqifi.

Kesabaran mereka dalam menerima iqab (hukuman) dari Rasulullah SAW berupa boikot dan penghilangan sebagian hak-haknya selama 50 hari berbuah manis, Allah SWT menerima taubat mereka (QS 9 : 117-119)

Mereka tidak berpaling sedikitpun walau mendapat bujuk rayu dari Raja Ghassan untuk berkhianat. Sepucuk surat dari Raja Ghassan diterima Ka’ab:

“Telah sampai berita kepadaku, bahwa temanmu (Nabi saw) telah menyia-nyiakanmu. Sedangkan Allah tidak menjadikanmu orang yang terhina dan tersia-siakan. Bergabunglah dengan kami, maka kami akan menolongmu”.

“Inilah ujian yang sebenarnya!” sergah Ka’ab seraya mencabik-cabik dan langsung melemparkan surat itu ke dalam tungku dan membakarnya.

Kisah ini menjadi bagian penting pembelajaran tentang keteguhan, ketsiqohan, kesabaran tentang bagaiman menerima pahit manisnya keputusan qiyadah dakwah dan kisah ini abadi tertera dalam perjalanan ummat ini.

Kawans, Tidakkah kisah ini menjadi pelajaran bahwa bersabar itu jauuuh lebih baik, walaupun sesak dada ini dalam menerima sebuah keputusan, walaupun dunia seakan menyempit, tetap teguhlah bersama janji yang kau ucapkan, sehingga kita termasuk orang-orang yang dimaksudkan dalam FirmanNya:

“Dari antara orang-orang yang beriman, ada orang-orang yang benar dalam berjanji kepada Allah. ” (Q.S, al-Ahzab: 23)

Dan kelak generasi sesudah kita akan mengenang hasil kerja kita, karena Allah SWT berfirman : ‘Dan katakanlah (hai Muhammad), ” Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang beriman akan melihat pekerjaanmu….” [QS At Taubah:105]

“Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran, sepahit dan sesulit apapun. Bersatulah dalam jama’ah, sebenci dan sekecewa apapun, karena berjama’ah lebih baik daripada sendirian. Bangkitlah ketika jatuh dan jangan menyerah. Peganglah prinsip kita. Bertaushiahlah setiap sa’at, agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki. Jangan tinggalkan yang dibelakangmu, tunggu dg kesabaran dan keikhlasan.” (Imam Hasan Al Banna)

Ketika Badai Menghantam Perahu Kami


Ketika Badai Menghantam Perahu Kami…
Diposkan oleh admin di 10:15

Oleh Abdullah Haidir, Lc

Berlayar mengarungi samudera, jangan berharap kau kan tiba di pulau tujuan tanpa cobaan mendera. Sebelum layar dibentangkan, inilah yang harus terpatri dalam diri menjadi kesadaran. Bahwa berbagai keindahan dari sebuah pelayaran panjang dan kenikmatan di pulau tujuan, berbanding lurus dengan besarnya tantangan yang menghadang. Tak kan pernah kau dapatkan indahnya pemandangan angkasa menjulang di tengah samudera luas membentang, selagi kau masih takut menembus hempasan gelombang. Ini bukan sekedar resiko perjalanan, tapi tlah menjadi aksioma tak terbantahkan.

Di sini, di perahu ini, kita sedang merangkai keutuhan dan persaudaraan, kesetiaan dan keteguhan, apapun posisi dan kedudukan. Karena kita telah memiliki tujuan, harapan dan mimpi yang sama ingin diwujudkan. Namun, kita tidak pernah menafikan adanya kesalahan, kelalaian dan kekhilafan, bahkan juga kejenuhan, kekecewaan, kemarahan, hingga silang sengketa yang tak terhindarkan. Itu wajar belaka, karena memang tidak satu pun di antara kita yang mengaku tiada cela tiada dosa. Namun kesamaan tujuan, mimpi dan khayalan, kan segera menyatukan, meluruskan langkah ke depan, menghapus resah dan kemarahan, berganti semangat yang terbarukan. Karenanya, kita sambut gembira setiap arahan, nasehat dan pesan-pesan yang dapat menguatkan serta menyatukan, sekeras apapun. Tapi, fitnah yang memecah barisan, tuduhan yang memojokkan, umpatan dan celaan yang menjatuhkan, serta aib yang dibeberkan, apalagi tindakan melobangi perahu agar kandas atau tenggelam, tidak pernah dapat kami terima, baik secara logika apalagi perasaan. Bagaimanapun, kami bukan batu yang diam diketuk palu.

Di sini, di perahu ini, kita sedang menjadikan badai dan gelombang sebagai ujian kejujuran, sarana muhasabah untuk memperteguh perjuangan, juga sarana belajar menjaga komitmen atas kesepakatan yang tlah dinyatakan. Karenanya, alih-alih badai ini menceraiberaikan atau meluluhlantakkan, justeru dia menjadi moment paling tepat untuk semakin rekat, melupakan kesalahpahaman yang sempat menimbulkan sekat. Mereka di kejauhan, boleh jadi bersorak sorai kegirangan ketika kita terombang ambing di tengah gelombang, berharap satu persatu dari kita tenggelam menjemput ajal menjelang. Tapi tahukah mereka? Justeru saat ini kami rasakan kehangatan tangan saudara kami yang erat saling berpegangan, justeru saat ini kami rasakan kekhusyuan doa-doa untuk keselamatan dan persatuan, justeru saat ini kami semakin yakin bahwa seleksi kejujuran memang harus lewat ujian, justeru saat ini kami jadi dapat membedakan mana nasehat dan mana dendam kesumat, mana masukan bermanfaat dan mana makar jahat, mana senyum tulus persaudaraan dan mana senyum sinis permusuhan.

Di sini, di perahu ini, justeru di tengah badai gelombang, kita jadi semakin mengerti pentingnya nakhoda yang memimpin dan mengendalikan, juga semakin menyadari pentingnya syura untuk mengambil keputusan, lalu pentingnya belajar menerima keputusan setelah disyurakan. Adanya kepemimpinan dan syura memang memberatkan, karena proses jadi panjang, langkah-langkah jadi terhalang aturan, keinginan sering tertunda menunggu keputusan. Tapi ini tidak dapat kita hindari, karena kita tidak berlayar sendiri, bergerak sendiri, mengambil keputusan sendiri dan menanggung resiko sendiri. Justeru karena kita berlayar bersama, maka kepemimpinan dan syura mutlak harus ada. Kepemimpinan memang bukan nabi yang maksum dan mendapatkan legalitas wahyu dalam setiap kebijakan, kesalahanpun bukan sebuah kemustahilan meski tidak kita anggap kebenaran. Tapi kepemimpinan yang dibangun oleh syura, telah memenuhi syarat untuk disikapi penuh penghormatan dan ketaatan, sepanjang tidak ada ajakan kemaksiatan. Sebagian orang boleh jadi mengatakan ini sikap taklid buta, kita katakan, ‘Inilah komitmen kita!’ Sebagian lagi katanya merasa kasihan dengan anak buah yang tidak mengerti banyak persoalan dan hanya ikut ketentuan, kita katakan, ‘Kasihanilah dirimu yang sering menghasut tanpa perasaan!’

Di sini, di perahu ini, ketika badai menghantam dari kiri dan kanan, depan dan belakang, teringat perkataan para shahabat dalam sebuah peperangan, tatkala musuh dari luar datang menyerang dan orang dekat menelikung dari belakang,

‘Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya’ (QS. Al-Ahzab: 22)

Ibnu Katsir menjelaskan, “Maksudnya, inilah janji Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan, pertanda kian dekatnya kemenangan.”

Riyadh, Rabiul Tsani 1432 H.

Menyerang Qiyadah Melemahkan Da’wah


Muhammad Abdullah Al Khatib*

Wahai Ikhwan, karena dakwah kalian merupakan kekuatan besar melawan kedzoliman, maka wajar kalau mereka mengerahkan segala senjata dan kemampuan untuk menghadapi dakwah kalian, bahkan tidak ada satu pun cara kecuali mereka manfaatkan untuk memerangi dan memberangus dakwah kalian.

Cara paling berbahaya yang digunakan oleh musuh yang licik adalah upaya menimbulkan friksi internal di dalam dakwah, sehingga mereka dapat memenangkan pertarungan karena kekuatan dakwah melemah akibat terpecah belah. Dan hal yang paling efektif menimbulkan friksi internal dalam dakwah adalah hilangnya tsiqah antara prajurit dan pimpinan. Sebab bila prajurit sudah tidak memiliki sikap tsiqah pada pimpinannnya, maka makna ketaatan akan segera hilang dari jiwa mereka. Bila ketaatan sudah hilang, maka tidak mungkin ada eksistensi kepemimpinan dan karenanya pula tidak mungkin jamaah dapat eksis.

Oleh karena itulah, maka Imam Asy-Syahid menekankan rukun tsiqah dalam Risalah At-Ta’alim dan menjadikannya sebagai salah satu rukun bai’at. Imam Asy-Syahid juga menjelaskan urgensi rukun ini dalam menjaga soliditas dan kesatuan jamaah, ia mengatakan:

“…Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah – yang timbal balik – antara pimpinan dan yang dipimpin menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan. “Ta’at dan mengucapkan perkataan yang baik adalah lebih baik bagi mereka” (QS 47:21). Dan tsiqah terhadap pimpinan merupakan segala-galanya bagi keberhasilan dakwah.”

Kita tidak mensyaratkan bahwa yang berhak mendapat tsiqah kita adalah pemimpin yang berkapasitas sebagai orang yang paling kuat, paling bertakwa, paling mengerti, dan paling fasih dalam berbicara. Syarat seperti ini sangat sulit dipenuhi, bahkan hampir tidak terpenuhi sepeninggal Rasulullah saw. Cukuplah seorang pemimpin itu, seseorang yang dianggap mampu oleh saudara-saudaranya untuk memikui amanah (kepemimpinan) yang berat ini. Kemudian apabila ada seorang ikhwah (saudara) yang merasa bahwa dirinya atau mengetahui orang lain memiliki kemampuan dan bakat yang tidak dimiliki oleh pimpinannya, maka hendaklah ia mendermakan kemampuan dan bakat tersebut untuk dipergunakan oleh pimpinan, agar dapat membantu tugas-tugas kepemimpinannya bukan menjadi pesaing bagi pimpinan dan jamaahnya.

Saudaraku, mungkin anda masih ingat dialog yang terjadi antara Abu Bakar ra dan Umar ra sepeninggal Rasulullah saw.

Umar berkata kepada Abu Bakar, ‘Ulurkanlah tanganmu, aku akan membai’atmu.’
Abu Bakar berkata, ‘Akulah yang membai’atmu.’
Umar berkata, ‘Kamu lebih utama dariku.’
Abu Bakar berkata, ‘Kamu lebih kuat dariku.’

Setelah itu Umar ra berkata, ‘Kekuatanku kupersembahkan untukmu karena keutamaanmu.’
Umar pun terbukti benar-benar menjadikan kekuatannya sebagai pendukung Abu Bakar sebagai kholifah.

Tatkala seseorang bertanya kepada Imam Asy-Syahid, ‘Bagaimana bila suatu kondisi menghalangi kebersamaan anda dengan kami? Menurut anda siapakah orang yang akan kami angkat sebagai pemimpin kami?’

Imam Asy-Syahid menjawab, ‘Wahai ikhwan, angkatlah menjadi pemimpin orang yang paling lemah di antara kalian. Kemudian dengarlah dan taatilah dia. Dengan (bantuan) kalian, ia akan menjadi orang yang paling kuat di antara kalian.’

‘Wahai Ikhwan, mungkin anda masih ingat perselisihan yang terjadi antara Abu Bakar dan Umar dalam menyikapi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. Sebagian besar sahabat berpendapat seperti pendapat Umar, yaitu tidak memerangi mereka. Meski demikian tatkala Umar mengetahui bahwa Abu Bakar bersikeras untuk memerangi mereka, maka ia mengucapkan kata-katanya yang terkenal, yang menggambarkan ketsiqahan yang sempurna, ‘Demi Allah, tiada lain yang aku pahami kecuali bahwa Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, maka aku tahu bahwa dialah yang benar.’

Andai Umar ra tidak memiliki ketsiqahan dan ketaatan yang sempurna, maka jiwanya akan dapat memperdayakannya, bahwa dialah pihak yang benar, apalagi ia telah mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Allah swt telah menjadikan al haq (kebenaran) pada lisan dan hati Umar.’

Alangkah butuhnya kita pada sikap seperti Umar ra tersebut, saat terjadi perbedaan pendapat di antara kita, terutama untuk ukuran model kita yang tidak mendengar Rasululiah saw memberikan rekomendasi kepada salah seorang di antara kita, bahwa kebenaran itu pada lisan atau hatinya.

Mengingat sangat pentingnya ketsiqahan terhadap fikrah dan ketetapan pimpinan, maka musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga untuk menimbulkan keragu-raguan pada Islam, jamaah, manhaj jamaah, dan pimpinannya. Betapa banyak serangan yang dilancarkan untuk melaksanakan misi tersebut.

Oleh karena itu, seorang akh jangan sampai terpengaruh oleh serangan-serangan tersebut. Ia harus yakin bahwa agamanya adalah agama yang haq yang diterima Allah swt. Ia harus yakin bahwa Islam adalah manhaj yang sempurna bagi seluruh urusan dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Ia harus tetap tsiqah bahwa jamaahnya berada di jalan yang benar dan selalu memperhatikan Al Quran dan Sunah dalam setiap langkah dan sarananya. Ia harus tetap tsiqah bahwa pimpinannya selalu bercermin pada langkah Rasulullah saw serta para sahabatnya dan selalu tunduk kepada syariat Allah dalam menangani persoalan yang muncul saat beraktivitas serta selalu memperhatikan kemaslahatan dakwah.

Kami mengingatkan, bahwa terkadang sebagian surat kabar atau media massa lainnya mengutip pembicaraan atau pendapat yang dilakukan pada pimpinan jamaah, dengan tujuan untuk menimbulkan keragu-raguan, menggoncangkan kepercayaan, dan menciptakan ketidakstabilan di dalam tubuh jamaah. Oleh karena itu, seorang akh muslim tidak diperbolehkan menyimpulkan suatu hukum berdasarkan apa yang dibaca dalam media massa, tidak boleh melunturkan tsiqahnya, dan tidak boleh menyebarkannya atas dasar pembenaran. Ia harus melakukan tabayyun terlebih dahulu.

Allah swt menegur segolongan orang yang melakukan kesalahan dengan firman-Nya,
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka serta merta menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja di antaramu.” (QS 4:83).

*Dikutip dari Kitab Nadzharat Fii Risalah at-Ta’alim (Bab Ats-Tsiqoh) terbitan Asy-Syaamil.

Sirah Kholid bin al-Walid


Biasa dipanggil Abu Sulaiman. Gelarnya ‘Saifullah al-Maslul’ (pedang Allah yang terhunus). Nama lengkapanya Kholid bin al-Walid bin al-Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum al-Qursy. Umurnya 13 tahun lebih muda dari Rasulullah. Ibunya bernama ‘Asma, saudara Ummu Fadhl, istri ‘Abbas, paman Rasulullah.
.

Ayahnya adalah seorang kaya sehingga hidupnya sejak kecil serba kecukupan. Bahkan setelah dewasa tidak berpikir untuk bekerja atau menjadi pekerja. Maklum saja, pada masa Jahiliyah beliau sangat menikmati harta kekayaan orang tuanya. Hidupnya dicurahkan untuk berpetualangan. Beliau sangat senang dengan pacuan kuda, berburu, olah raga kuda, lari dan lainnya.
.

Petualangan inilah yang membuat dirinya menjadi seorang kepala perang yang berani, penyabar, pandai berorasi dan ucapannya berpengaruh. Dalam dirinya tercipta bakat memimpin perang. Sehingga akhirnya menjadi pemimpin perang di kaumnya, terutama sekali pemimpin perang berkuda di Quraisy. Pada waktu perang Uhud, beliau menyerang umat Islam dari belakang ketika melihat bahwa pasukan di bagian belakang kosong. Begitu juga pemanah umat Islam sedang sibuk mencari harta rampasan. Maka dengan kepandiannya beliau mengalihkan kekalahan kaum musyrik menjadi kemenangan. Pada waktu perang Khandak, beliau membuat manuver bagaimana melintas khandak (parit buatan). Hampir saja manuver itu berhasil mengalahkan umat Islam. Hanya saja kemudian Allah menurunkan angin puyuh kepada kaum musyrik sehingga mereka kocar-kacir dan kalah menghadapi manuver Allah. Kaum musyrik tak berdaya di depan umat Islam.

Sejarah masuk islamnya sangat mengejutkan kaum musyrik di Quraisy. Beliau adalah orang yang sangat anti-Islam, kemudian tiba-tiba masuk Islam dan mengakui muhammad sebagai Rasulullah. Ceritanya suatu hari saudaranya mengirim surat kepada beliau. Dalam surat itu disarankan untuk belajar dan mengenal Islam. “Bismillahirohmanirohim. Dengan hormat. Sungguh saya merasa heran karena kamu tidak mampu menangkap misi Islam. Begitu juga akal pikiranmu tidak tergerak untuk berfikir lebih jernih. Adakah seseorang yang tidak tahu Islam? Rasulullah pernah bertanya kepadaku; “Mana Kholid?” Saya jawab; “Allah akan datangkan dia.” Rasul berkata; “Orang seperti dia tidak tahu Islam? Sekiranya beliau jadikan kekalahan dan semangatnya bersama umat Islam, tentunya itu baik baginya. Dan kelak kami lebih menyukai dirinya ketimbang yang lain.” Maka sadarkah wahai saudaraku tentang hal-hal yang baik yang terlepas darimu. Setelah membaca surat ini, hatinya dibukakan Allah untuk berjuang bersama Islam. Maka sejak tahun 7 Hijriah beliau masuk Islam.

Setelah dirinya masuk Islam, beliau meminta dan memohon kepada Rasulullah untuk meminta ampunan kepada Allah. Permintaannya dikabulkan Rasulullah. Rasulullah pun mendo’akan dirinya jawapan terhadap permohonannnya itu.

Perang Muktah telah gugur tiga pemimpin pasukan umat Islam. Maka sejak itu beliau memimpin pasukan umat Islam mengengatikan mereka. Beliau berhasil membalikkan kesusahan kepada kemenangan. Hingga kemudian orang-orang Rum mengira bahwa pertolongan datang kepada umat Islam ketika telah terjadi percecokan diantara umat Islam. Dengan beraninya, beliau berhasil memecahkan lubang pasukan Rum. Setelah berhasil menerobos pasukan Rum, pasukan umat Islam keluar dari kepungan mereka dengan selamat.

Pada waktu penaklukan Mekkah, beliau lah yang menghancurkan patung ‘Uzza sambil berkata; “Wahai ‘Uzza, (aku hancurkan karena) kekafiranmu bukan ampunanmu. Saya lihat Allah telah menghinakan dirimu.”

Mengenai pribadinya, Rasulullah pernah berkata; “Sebaik-baiknya orang adalah Abdullah dan saudara dekatnya Kholid bin al-Walid, pedang dari pedang Allah. Semoga Allah hunuskan pedang itu kepada orang kafir dan munafik.”(HR.Ahmad). Selama hidup berjuang bersama Rasulullah, beliau pernah ikut memerangi orang-orang murtad, orang yang mengaku nabi dan yang enggan membayar zakat. Kemudian ikut juga dalam penaklukan-penaklukan Islam. Ketika para pemimpin Rum bersikeras dan ingin terus-menerus memerangi umat Islam, Abu Bakar berkata; “Demi Allah, kelak akan saya singkirkan manuver mereka dengan Kholid (bin Walid).” Mahan, salah seorang pemimpin Rum berkata padanya; “Kami tahu bahwa kalian keluar dari negerimu (ke negeri Rum) sebab kelaparan dan kesengsaraan yang menimpa kalian. Sekiranya kalian inginkan, saya akan beri setiap orang sepulu dinar, pakian dan makanan. Kemudian kalian balik ke negeri kalian saja. Pada tahun berikutnya juga akan dikirim hal serupa kepada kalian.” Apa jawaban beliau mendengar manuvernya itu; “Kelaparan dan kesengsaraan tidaklah yang menjadi sebab kami keluar dari negeri kami sebagaimana kamu sebutkan tadi. Kami adalah kaum yang minumannya darah. Kami tahu bahwa tidak ada darah yang lebih segar dan enak melainkan darah bangsa Rum. Oleh karena itu kami datang padanya,”

Di kesempatan lain Abu Bakar juga sangat memuji beliau. “Sangat sukar menemukan wanita yang dapat melahirkan orang seperti Kholid” kata beliau. al-Hafidh Ibn Kastir mengatakan; “beliau adalah orang yang jarang tidur dan tidak pernah meninggal seseorang yang sedang tidur.”

Beliau adalah seorang yang sangat cerdas dengan taktik musuh. Dan paham betul dengan segala manuver dan perundingan musuh. Pada waktu perang Yarmuk, beliau meletakkan posisi wanita dibelakang laki-laki dengan tujuan membunuh orang-orang yang mencoba lari dari perang. Maka dengan demikian, dapat diketahui mana yang benar-benar membela ajaran Islam. Diantara jasa beliau adalah mentaklukan Syam atas izin Allah. Dalam banyak peperangan, dengan suara lantang beliau selalu mengatakan; “Siapa yang membaiat untuk kematian?! Heba heba rieh aljannah (bau wangi surga datang), Allahu Akbar. Hari ini adalah hari-harinya Allah. Tidak perlu berbangga diri. Maka ikhlaskan perjuangan kalian. Hanya berharap kepada Allah dalam perbuatan kalian.” Umur bin Khottob pernah memakzulkan dirinya dari memimpin tentara karena takut terjadi bencana bagi manusia. Setelah beberapa lama beliau disuruh lagi oleh Umar untuk memimpin tentara. Tapi beliau menolaknya dengan halus. Mengenai manuver perang dan taktik Kholid dalam menghadapi musuh, dikaji dan diajarkan di beberapa universitas di Jerman dan Ingris.

Selama berjuang bersama Rasulullah dalam menegakkan ajaran Islam, beliau telah meriwayatkan kurang lebih delapan belas hadits. Diantara riwayatnya itu; “Orang yang paling berat siksaannya di akherat adalah orang yang paling berat siksaannya di dunia”(HR.Ahmad).

Beliau wafat pada tahun 21 Hijriah di Madinah. Sebagian pendapat mengatakan di Hamsh. Sebelum wafatnya beliau pernah berkata; “Saya ikut dalam perang ini dan itu. Seluruh tubuhku penuh dengan luka pukulan, tusukan pedang, lemparan panah dan lainnya. Kemudian dengan cara ini saya akan mati di atas kasurku sebagaimana matinya hewan. Mata para pengecut tidak akan pernah tertutup.!!

Istriku istri yang soleha


Cintaku buat istri soleha

Hari itu merupakan hari bahagiaku, alhamdulillah. Aku telah menyempurnakan separo dienku: menikah. Aku benar-benar bahagia sehingga tak lupa setiap sepertiga malam terakhir aku mengucap puji syukur kepada-Nya.

Hari demi hari pun aku lalui dengan kebahagiaan bersama istri tercintaku. Aku tidak menyangka, begitu sayangnya Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadaku dengan memberikan seorang pendamping yang setiap waktu selalu mengingatkanku ketika aku lalai kepada-Nya. Wajahnya yang tertutup cadar, menambah hatiku tenang.

Yang lebih bersyukur lagi, hatiku terasa tenteram ketika harus meninggalkan istri untuk bekerja. Saat pergi dan pulang kerja, senyuman indahnya selalu menyambutku sebelum aku berucap salam. Bahkan, sampai saat ini aku belum bisa mendahului ucapan salamnya karena selalu terdahului olehnya. Subhanallah.

Wida, begitulah nama istri shalihahku. Usianya lebih tua dua tahun dari aku. Sekalipun usianya lebih tua, dia belum pernah berkata lebih keras daripada perkataanku. Setiap yang aku perintahkan, selalu dituruti dengan senyuman indahnya.

Sempat aku mencobanya memerintah berbohong dengan mengatakan kalau nanti ada yang mencariku, katakanlah aku tidak ada. Mendengar itu, istriku langsung menangis dan memelukku seraya berujar, “Apakah Aa’ (Kakanda) tega membiarkan aku berada di neraka karena perbuatan ini?”

Aku pun tersenyum, lalu kukatakan bahwa itu hanya ingin mencoba keimanannya. Mendengar itu, langsung saja aku mendapat cubitan kecil darinya dan kami pun tertawa.

Sungguh, ini adalah kebahagiaan yang teramat sangat sehingga jika aku harus menggambarkanya, aku tak akan bisa. Dan sangat benar apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dunia hanyalah kesenangan sementara dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih baik daripada istri shalihah.” (Riwayat An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Hari terus berganti dan tak terasa usia pernikahanku sudah lima bulan. Masya Allah.

Suatu malam istriku menangis tersedu-sedu, sehingga membangunkanku yang tengah tertidur. Merasa heran, aku pun bertanya kenapa dia menangis malam-malam begini.

Istriku hanya diam tertunduk dan masih dalam isakan tangisnya. Aku peluk erat dan aku belai rambutnya yang hitam pekat. Aku coba bertanya sekali lagi, apa penyebabnya? Setahuku, istriku cuma menangis ketika dalam keadaan shalat malam, tidak seperti malam itu.

Akhirnya, dengan berat hati istriku menceritakan penyebabnya. Astaghfirullah… alhamdulillah, aku terperanjat dan juga bahagia mendengar alasannya menangis. Istriku bilang, dia sedang hamil tiga bulan dan malam itu lagi mengidam. Dia ingin makan mie ayam kesukaanya tapi takut aku marah jika permohonannya itu diutarakan. Terlebih malam-malam begini, dia tidak mau merepotkanku.

Demi istri tersayang, malam itu aku bergegas meluncur mencari mie ayam kesukaannya. Alhamdulillah, walau memerlukan waktu yang lama dan harus mengiba kepada tukang mie (karena sudah tutup), akhirnya aku pun mendapatkannya.

Awalnya, tukang mie enggan memenuhi permintaanku. Namun setelah aku ceritakan apa yang terjadi, tukang mie itu pun tersenyum dan langsung menuju dapurnya. Tak lama kemudian memberikan bingkisan kecil berisi mie ayam permintaan istriku.

Ketika aku hendak membayar, dengan santun tukang mie tersebut berujar, “Nak, simpanlah uang itu buat anakmu kelak karena malam ini bapak merasa bahagia bisa menolong kamu. Sungguh pembalasan Allah lebih aku utamakan.”

Aku terenyuh. Begitu ikhlasnya si penjual mie itu. Setelah mengucapkan syukur dan tak lupa berterima kasih, aku pamit. Aku lihat senyumannya mengantar kepergianku.

“Alhamdulillah,” kata istriku ketika aku ceritakan begitu baiknya tukang mie itu. “Allah begitu sayang kepada kita dan ini harus kita syukuri, sungguh Allah akan menggantinya dengan pahala berlipat apa yang kita dan bapak itu lakukan malam ini,” katanya. Aku pun mengaminkannya. *

(Sumber :Hidayatullah)

Cinta Kepada Allah


Tanda-tanda Cinta kepada Allah swt

1. Katsrah Adz-Dzikir (banyak berdzikir) Hadith : Dari Abu Darda ra berkata Rasulullah SAW bersabda : “Allah benar-benar akan membangkitkan segolongan manusia pada hari kiamat, di wajah mereka ada cahaya dan mereka berada di atas mimbar-mimbar dari mutiara. Mereka itu bukan para nabi dan syuhada tapi manusia iri kepadanya.” Ada seorang arab yang berdiri di atas lututnya dan bertanya :”Wahai Rasulullah, beritahukanlah sifat-sifat mereka agar kami mengenal mereka.” Beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, berasal dari kabilah yang berbeza, dari negeri yang berbeza, mereka berkumpul untuk berdzikir kepada Allah”. (Riwayat Ath-Thabrani).

2. Al-I’jaab (kagum) Biasanya kita mencintai sesuatu karena ada kekaguman, seperti kagum karena kecantikan, kekayaan dan lain-lain. Dalam hubungan cinta kepada Allah, kita sentiasa mengagumi kehebatan dan ke-MahaBesar-an Allah SWT. QS 1:1

3. Ar-Ridhaa (rela) Ciri cinta yang lain adalah ketika hati kita rela dengan yang dicintai dan juga rela berkorban bagi yang dicintainya. Ridha/rela kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ciri cinta kepada Allah dan Rasul. Rela kepada Allah dan Rasul berarti rela melakukan semua perintah-Nya dengan baik, dilakukan dengan ikhlas dan rasa suka. QS 9:62

4. At-Tadhhiyah (siap berkorban) Mencintai Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan sikap rela berkorban karena berkorban adalah konsekuensi dari rasa cinta kepada sesuatu. Cinta kepada keluarga berarti kita harus siap berkorban wang dan waktu. Apalagi kepada Allah, berarti kita harus siap berkorban untuk membela syariat-Nya. Dalil : QS 2:207

5. Al-Khauf (takut) Cinta mempunyai ciri adanya rasa takut dalam bentuk harap dan cemas. Takut kepada yang dicintai bukan kerana kekejaman atau kesadisannya, tapi kerana adanya harapan dan kecemasan dalam penantian. Takut kepada Allah kerana mempunyai harapan agar mengabulkan doa kita dan kerananya kita senantiasa merasa cemas apakah Allah mengabulkan doa kita.(QS 21:90)

6. Ar-Rajaa (mengharap) Cinta juga diwujudkan dalam bentuk mengharap kepada sesuatu yang dicintainya tersebut. Harapan kepada Allah melalui doa biasanya dilakukan kerana ada sesuatu keinginan yang perlu disampaikan kepada yang dicintai yaitu Allah. Mengharap bertemu dengan Allah di akhirat dan mengharap rahmat Allah adalah ciri orang yang beriman. Dalil: QS. 33 : 21

7. Ath-Thaa’ah (mentaati) Mentaati yang dicintai juga adalah bukti cinta kita kepada Allah SWT. Sebagaimana seorang pemuda yang mencintai seorang gadis, maka apapun yang gadis itu minta maka ia akan menyanggupi dan mantaatinya, walalupun kadang-kadang permintaan yang diajukannya tidak masuk akal. Akan tetapi karena rasa cinta maka sesulit apapun tuntutan yang diminta oleh yang dicintainya tersebut, akan dengan mudah disanggupi. Demikian pulalah hendaknya dengan pembuktian rasa cinta kita kepada Allah. Kecintaan kita kepada Allah haruslah membawa kita pada ketaatan kepada-Nya dengan taat yang mutlak, tanpa syarat dan tanpa penolakan.


Tetap istiqoman di jalan Allah & Da’wah