Ciri Ciri Kepribadian Positif


Ciri-ciri kepribadian positif

Tuhan, apa yang tidak Kau beri kepada yang telah Kau beri akal? Apa yang Kau beri pada orang yang kau beri akal? (Imam Ali Ibn Abi Thalib)

Ada sepuluh sifat utama yang menjadi ciri khas kepribadian positif. Sifat – sifat itu akan membantu kita mewujudkan cita-cita, serta memberi kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman jiwa.

1. Beriman, memohon bantuan, dan tawakal kepada Allah.
Kepribadian positif adalah kepribadian yang berimana kepada Allah, tawakal kepada-Nya, dan meminta pertolongan kepada-Nya disetiap waktu.
Allah berfirman,” Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka tawakallah kepada Allah, Sesuangguhnya Allah menyukai orang-orang yan g tawakal kepada kepada-Nya (Ali Imran: 159).
2. Nilai-Nilai Luhur
Pribadi yang sukes hidup dengan nilai-nilai luhur. Sebesar apapun pengaruh godaan, ia akan selalu menjauh dari perilaku negatif, seperti bohong, menggunjing, mengadu domba, memfitnah, merokok, serta segala yang membahayakan kesehatan dan menjauhkan dari Allah. Kepribadian yang sukses memiliki kepribadian yang jujur, amanah, menyukai kebaikan, murah hati, bergantung pada Allah, dan selalu meneladani akhlak Rasulullah saw, dan orang orang saleh.
3. Cara pandang yang jelas
Pribadi yang sukses tahu betul apa yang diinginkan dalam jangka pendek , menengah, dan panjang. Ia tahu alasan menginginkan sesuatu, kapan menginginkannya, dan bagaimana cara mendapatkannya dengan mengerahkan seluruh potensi serta kemungkinan yang ada. Ia selalu merencanakan aktivitasnya dengan fleksibel hingga berhasil mewujudkan apa yang ia inginkan.
4. Keyakinan dan proyeksi positif.
Pribadi yang positif tahu betul kekuatan hukum keyakinan dan prediksi. Ia menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang diyakini dan diproyeksikan mewujud sesuatu dengan keyakinan dan proyeksi itu. Keyakinan dan proyeksi ini terkait erat dengan iman kepada Allah dan dengan pengetahuan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang yang berbuat baik.
5. Selalu mencari jalan keluar dari berbagai masalah.
Pribadi yang sukses mengetahui hukum konsentrasi dan cara mengesampingkan hal-hal lain agar tetap focus pada sesuatu yang diinginkan. Karena ituia menyiapkan konsentrasi pada berbagai kemungkinan jalan keluar.Ia mengetahui bahwa segala masalah pasti ada penyelesaiannya secara spiritual. Ia hadapi segala sesuatu dengan santai kemudian dipahami secara positif. Ia terus berpikir seperti itu, apapun pandangan orang lain dan pengaruh yang ada, sampai ia benar-benar berhasil menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
6. Belajar dari masalah dan kesulitan.
Pribadi yang sukses tidak hanya focus pada pemecahan masalah, tapi bagaimana dapat mengambil pelajaran dari setiap masalah yang dihadapi. Pelajaran itu ia akan gunakan untuk merencanakan masa depan. Dengan demikian, ia mengolah masalah menjadi keahlian, ketrampilan dan pengalaman yang dapat diandalkan.
7. Tidak membiarkan masalah dan kesulitan mempengaruhi kehidupannya.
Ada 7 aspek kehidupan utama yaitu, spiritualitas, kesehatan, individual, keluarga, sosial, karier dan finansial.
Ketika pribadi positif menghadapi masalah keuangan atau karier, ia tidak akan rela membiarkan masalah tersebut mempengaruhi aspek kehidupan yang lain. Ia sikapii masalah dengan wajar dan tidak berlebihan. Karena itu, hidupnya menyenangkan dan selalu dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
8. Percaya diri, menyukai perubahan, dan berani menghadapi tantangan.
Pribadi yang sukses tahu betul bahwa perubahan tidak dapat dihindari. Karena tahu tujuan yang diinginkan, ia menyusun rencana berdasarkan segala kemungkinan, lalu direalisasikan dalam tindakan nyata. Ia juga selalu melakukan evaluasi dan memperbaiki; belajar dari kesalahan lalu melakukan sesuatu dengan kepercayaan pada Allah sepenuhnya.
9. Hidup dengan cita-cita, perjuangan dan kesabaran.
Pribadi yang sukses tahu betul bahwa tanpa cita-cita pasti hidup ini terasa sempit. Tanpa cita-cita seseorang akan hilang ditelan gelombang kesulitan, perasaan negatif , piikiran negatif, dan berbagai aneka penyakit kejiwaan atau fisik. Pribadi yang sukses tahu bahwa cita-cita adalah fondasi kemajuan. Tanpa cita-cita, segala sesuatu akan terhenti. Tanpa perbuatan dan perjuangan, kemajuan tidak akan pernah terjadi. Karena itu pribadi yang sukses selalu selalu berusaha keras dalam mengejar cita-cita dan menghadapi tantangan hidup. Ketiak ia berpikir tentang segala kemungkinan, ia bersabar menghadapi kesulitan yang terjadi. Karena, dasar kepribadian adalah cinta kepada Allah, tawakal pada-Nya, dan yakin bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang yang berbuat baik.
10. Pandai bergaul dan suka membantu orang lain.
Pribadi yang sukses suka bergaul dengan siapa saja dan ia dekat di hati siapa saja, Ia juga menyukai cara-cara positif, seperti menghormati orang lain hingga mudah diterima, dan tidak pernah berusaha menguasai orang lain. Ia mencintai orang lain dan suka membantu orang lain. Tangannya selalu terulur untuk membantu siapa saja, bantuan harta, waktu, atau pelajaran.
Kepribadian sukses tahu betul bahwa orang bisa mati, tapi pikirannnya akan tetap hidup dan membantu orang lain. Karena itu, ia tidak pelit untuk memberikan bantuan.

Sistem kerja akal bawah sadar
Apa pun yang Anda pikirkan pasti menyebar dan meluas.

Hukum Berpikir Paralel
Apa pun yang Anda pikirkan pasti menyebar luas sesuai dengan apa yang Anda pikirkan. Akal pun memberinya data-data yang sejenis dengan pikiran itu yang tersimpan dalam memori.

Hukum Konsentrasi
Apa pun yang menjadi pusat konsentrasi Anda. ia akan mempengaruhi sikap, perasaan dan perilaku Anda. Ia menyebabkan tiga hal: Ketidakpedulian, generalisasi, dan imajinasi.

Hukum Koresponden
Alam bathin adalah persepsi, pengertian, dan cara pandang seseorang terhadap segala sesuatu dan kehidupan. Alam bathin inilah yang menebabkan alam luar.

Hukum Pantulan
Dunia luar adalah pantulan dari dunia dalam.

Hukum proyeksi dan gravitasi
Segala sesuatu yang Anda pikirkan, Anda proyeksikan, dan berhubungan dengan perasaan anda akan menarik sesuatu yang sejenis dengannya.

Hukum Keyakinan
Apa pun yang Anda yakini sebagai kenyataan, ia akan menentukan sikap dan perilaku Anda, meski sejatinya ia bukan kenyataan.

Hukum Sebab Akibat
Jika Anda melakukan hal yang sama, maka hasilnya akan sama. Perubahan tidak akan terjadi sampai Anda mengubah penyebabnya.

Hukum Akumulasi
Apa pun yang Anda pikirkan dicatat oleh akal dan file khusus terbuka untuknya. Jika pikiran itu berkali-kali Anda lakukan maka data sejenis akan terakumulasi. Hal ini membuat Anda merasakan sesuatu yang sama kendati tidak Anda lakukan di dunia luar.

Iklan

About agusutomo

Pendidikan S2

Posted on 23 September 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: